Polinema dan BRIN Bantu Kembangkan UMKM di Desa Ketindan Lawang Malang

Kab. Malang – Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini mau tidak mau memberikan dampak terhadap berbagai sektor. Pada tataran ekonomi global, pandemi COVID-19 memberikan dampak yang sangat signifikan pada perekonomian domestik negara dan keberadaan UMKM. Salah satu UMKM yang terancam gulung tikar adalah UMKM produksi mie basah yang ada di Kabupaten Malang, khususnya di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang. Usaha yang didirikan oleh Bapak Mohamad Rokib dan keluarga ini mengalami guncangan terutama setelah adanya pandemik covid-19. Awalnya usaha kecil-kecilan mereka berjalan cukup bagus, dimana mampu mensuplai kebutuhan pedagang mie ayam di sekitar wilayah mereka. Saat itu, mereka mampu memproduksi sekitar 50 kg mie basah tiap hari yang didistribusikan ke beberapa pedagang mie ayam tersebut. Meskipun permintaan akan produk mie basah mereka meningkat, keterbatasan peralatan produksi membuat UMKM Berkah Sejahtera tidak mampu memenuhi permintaan tersebut. Akan tetapi, keinginan untuk menambah peralatan produksi terkendala oleh minimnya dana yang mereka miliki, sehingga dibutuhkan bantuan modal usaha untuk membeli peralatan tersebut.
UMKM lainnya yang terkena dampak dari pandemi covid-19 adalah UMKM produksi roti “Lawang Bakery”. Adanya batasan bepergian dan berkumpul melalui hajatan dan kegiatan lainnya, membuat omzet mereka turun drastis karena sebagian besar produksi roti mereka dijual melalui pesanan untuk acara-acara tersebut. Berbagai upaya untuk tetap eksis berproduksi sudah dilakukan, misalnya dengan berjualan roti secara online agar bisa mendapatkan konsumen. Akan tetapi, upaya tersebut tidak bisa optimal karena keterbatasan kemampuan mereka dalam melakukan online marketing. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan kemampuan penguasaan online marketing yang diharapkan bisa meningkatkan permintaan dari pelanggan.
Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh kedua UMKM tersebut, tim dosen dari Politeknik Negeri Malang melalui hibah PTDM berinisiatif untuk memberikan solusi, yaitu menyediakan paket teknologi pengolahan roti dan mie basah untuk meningkatkan kapasitas produksi UMKM Lawang Bakery dan UMKM Berkah Sejahtera, yang berupa mesin pengaduk adonan basah (mixer roti), mesin pengembang roti (proofer), mesin pengaduk adonan kental (mixer mie basah), mesin pencetak mie, mesin pembuat kemasan, mesin pendingin beku, dan pembangkit listrik tenaga surya.

Ketua Tim PTDM Am. Mufarrih menjelaskan bahwa program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kapasitas produksi UMKM, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas produksi UMKM di desa ketindan dan mampu menggerakan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Para mitra UMKM sangat berterimakasih dan merasakan manfaat dari adanya kegiatan ini. Lanjut Mufarrih, tentu dengan adanya kegiatan ini menambah pengetahuan tentang pemanfaatan inovasi teknologi dalam mengembangkan UMKM-UMKM di desa ketindan.

Menurutnya, program PTDM tersebut dibiayai oleh Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun anggaran 2021.

Polinema berhasil memenangkan hibah pengabdian kepada masyarakat skema PTDM untuk tim kelompok yang beranggotakan Am. Mufarrih, S.Pd., M.T., Zakki Fuadi Emzain, S.Pd., M.Sc., Maskur, S.Kom., M.Kom.

Saat ini, mitra-mitra PTDM Polinema antara lain UMKM Lawang Bakery dan UMKM Berkah Sejahtera yang beralamat di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Sementara, pemilik UMKM Berkah Sejahtera sangat berterimakasih atas dilaksanakannya program ini.

“Adanya kegiatan ini sangat membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya, sehingga bisa lebih bertahan di masa sulit ini”, Ujar Rokib.

Para mitra tersebut juga sangat kooperatif dalam kegiatan instalasi, uji coba alat, serta diseminasi teknologi. Dan kegiatan tetap berlanjut melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada para mitra. (zilda)

 
Next Post

BANTU KINERJA UMKM, POLINEMA SERAHKAN HOMEMADE HANGER TOOL KEPADA UMKM DI TULUNGAGUNG

Leave a Reply

Your email address will not be published.