POLINEMA SEDIAKAN INFRASTRUKTUR RAK BESI SUSUN UNTUK UMKM KUSUMA WIJAYA PONCOKUSUMO

MALANG – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah istilah umum dalam khazanah ekonomi yang merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang No. 20 tahun 2008. Perkembangan di era globalisasi sangat bergantung pada sektor ekonomi sebagai ukuran keberhasilan yang dilakukan oleh pemerintah. Peran masyarakat dalam pembangunan nasional, khususnya dalam pembangunan ekonomi, adalah UMKM. UMKM dan koperasi memiliki peran besar dalam perkonomian rakyat di Jawa Timur. Keberadaan koperasi dan UMKM selama ini mampu menjadi sumber nafkah masyarakat, dan menyerap banyak tenaga kerja, meski memiliki kontribusi nilai tambah yang lebih kecil daripada industri skala usaha besar. Jumlah pelaku ekonomi UMKM terbesar dan tersebar di seluruh pelosok wilayah perkotaan hingga pedesaan. Berdasarkan aktivitas usahanya, koperasi dan UMKM bergerak di hampir seluruh jenis lapangan usaha, dan berperan sebagai pelaku utama pembangunan di setiap sektor dan kegiatan ekonomi. Sekelompok dosen Politeknik Negeri Malang yang diketuai Nanang Qosim, S.Pd., M.T., beranggotakan Nain Dhaniarti Raharjo, S.ST., M.T., Zakki Fuadi Emzain, S.Pd., M.Sc., Ratna Monasari, S.T., M.T., dan Am. Mufarrih, S.Pd., M.T. pada hari Minggu 31 Juli 2022 melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan untuk mensupport salah satu UMKM yang berada di desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Tema yang diusung adalah “Penyediaan Infrastruktur Berupa Rak Besi Susun untuk Kelompok UMKM Kusuma Wijaya Sebagai Upaya Pemberdayaan Usaha Skala Mikro di Kecamatan Poncokusumo”.

Diskusi dan penggalian informasi terkait masalah pada salah satu anggota UMKM

Nanang menegaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kewajiban seorang dosen sebagai salah satu dari perwujudan tridharma perguruan tinggi. “Salah satu tujuan dari dosen dan peneliti adalah harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu pemerintah melihat secara langsung dan mengatasi problem yang terjadi” katanya. M. Iwan, selaku salah satu anggota UMKM yang merasakan langsung manfaat kegiatan ini sangat senang dan berterimakasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan. “Ini merupakan kegiatan yang sangat positif untuk membantu kami pelaku UMKM di pedesaan, saya harap ke depan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat dipertahankan dan dilaksanakan lebih luas dan masif lagi” tandasnya.

Serah terima rak besi siku berlubang kepada anggota UMKM

Menurut Nanang, metode yang dilakukan dalam kegiatan PkM ini adalah penyediaan infrastruktur melalui pembuatan dan pelatihan perakitan rak besi susun untuk display produk yang representatif untuk menarik minat konsumen. Hasil dari kegiatan ini ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan sembako dan motivasi anggota UMKM untuk memulai usaha mandiri.